Kamis, 16 Mei 2024

Peredaran Rokok Yang diduga Ilegal Merajalela

Tanjab Timur, wartamassa.com - Pengedar atau penjual rokok ilegal bisa terancam sanksi pidana dan denda,karena hal tersebut termasuk bentuk perbuatan melawan Hukum. Yang dimaksud Rokok ilegal merupakan rokok yang tidak mengikuti peraturan yang berlaku. Sementara itu ancaman sanksi pidana dan denda yang menjerat pengedar atau penjual rokok ilegal,diantaranya diatur pada pasal 55 Undang-Undang Cukai.

Ada tiga bentuk pelanggaran yang bisa dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Cukai. Pertama : membuat secara melawan Hukum,meniru atau memalsukan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya.  Kedua : membeli,menyimpan,mempergunakan,menjual,menawarkan,menyerahkan,menyediakan untuk dijual,atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang palsu atau dipalsukan.  Ketiga : mempergunakan,menjual,menawarkan,menyerahkan,menyediakan untuk dijual,atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang sudah dipakai (pita cukai bekas pakai).

Sementara itu sudah menjadi rahasia umum bahwa berbagai macam merek rokok yang diduga ilegal beredar luas dibeberapa wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Salah satunya di wilayah Kecamatan Rantau Rasau,terlihat banyak jenis merek rokok yang diduga ilegal dijual ditoko-toko.

Salah seorang warga yang tidak ingin identitasnya disebutkan,mengatakan"untuk disekitaran daerah sini (Rantau Rasau.red) rokok seperti itu mudah didapati di toko-toko dengan harga yang tentunya relatif  jauh lebih murah,mungkin dikarenakan rokok-rokok tersebut tidak dikenakan pajak Bea Cukai"ungkapnya.

Saat diminta tanggapan terkait dugaan beredarnya rokok yang diduga ilegal di Kecamatan Rantau Rasau,terlihat pesan WhatApp yang dikirim (15/05/24) ke Kapolsek Rantau Rasau,terkirim namun belum direspon hingga berita ini diterbitkan.

Disisi lain hingga berita ini diterbitkan,pihak Bea Cukai Provinsi Jambi belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : HRD

Jumat, 16 Februari 2024

Promosi Penurunan Stunting di Tebo, Drs. H. Zulfikar Achmad Anggota Komisi IX DPR RI Silaturahmi Dengan Masyarakat

  



Tebo, wartamassa.com - Drs. H. Zulfikar Achmad Anggota Komisi IX DPR RI bersama Mitra Kerja dengan BKKBN Provinsi Jambi melaksanakan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kab/Kota yang dilaksanakan di Dusun Karya Bakti, Kel. Tebing Tinggi, Kec Tebo Tengah, Kab. Tebo, Provinsi Jambi, Kamis, (8/2/2024).

Proses persiapan packing Merchandise di lakukan sebelum H – 1 kegiatan dimulai, dilakukan oleh petugas panitia pelaksanaan dan seluruh tim mitra.

Tidak hanya persiapan dalam produksi merchandise saja, persiapan juga dilakukan di tempat lokasi kegiatan, dari mulai memasang T Banner, Spanduk, Backdrop dan pemasangan Sound System dan Penataan Kursi. Persiapan di lokasi di lakukan H-1 sebelum kegiatan di malam hari oleh panitia pelaksana.

Pelaksanaan Kegiatan Promosi Dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus Bersama Mitra dengan susunan acara sebagai berikut:

Kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kab/Kota Bersama Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR RI di Dusun Karya Bakti, Kel. Tebing Tinggi, Kec Tebo Tengah, Kab. Tebo, Provinsi Jambi, pada tanggal 08 Februari 2024.

Seluruh panitia pelaksana melakukan persiapan Gladi Resik agar acara kegiatan siap dan terkoordinasi dan berjalan dengan lancar. Gladi Resik dilakukan sebelum H-1 acara di mulai, dilaksanakan selama 1 hari penuh oleh team panitia pelaksana kegiatan. Di mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, pengecekan sound system, pengecekan microphone dan penataan ruangan, Tidak lupa juga panitia pelaksana mengecek seluruh tempat lokasi kegiatan dari barang barang berbahaya, dan mengecek kebersihan dan kelayakan lokasi kegiatan, Setelah semua telah siap dan dapat digunakan, selanjutnya panitia melakukan Gladi Resik kepada seluruh pengisi acara, seperti MC, Do’a dan Pengisi Acara.

Registrasi peserta kegiatan dilokasi kegiatan dimulai 60 menit sebelum para narasumber kegiatan hadir. Selain itu pada saat melakukan pendaftaran, paket merchandise dibagikan untuk peserta kegiatan. Sesudah peserta telah mengisi daftar hadir, menerima paket merchandise peserta dipersilakan menempatkan bangku yang sudah disediakan. Serta narasumber yang sudah hadir menempati bangku yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana. Pada hari Kamis, 08 Februari 2024 Registrasi di mulai pada pukul 08.00 WIB dengan mengisi daftar hadir peserta, tanda terima merchandise yang sudah di arahkan oleh Panitia Pelaksana.

Paket Merchandise untuk peserta sosialisasi dibagikan pada saat peserta melakukan proses pendaftaran. Setelah peserta megisi form daftar hadir, Acara dimulai dengan Pembukaan Acara oleh Ibnu Munzir selaku MC dengan menyapa seluruh peserta, tamu undangan dan membacakan susunan acara dan penyampaian nama-nama narasumber pengisi materi kegiatan tersebut.

Setelah pembukaan acara oleh MC, Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB yang dipimpin oleh Arwina selaku Dirigen.

Setelah Menyanyikan lagu indonesia Raya dan Mars KB, Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembacan Do’a oleh Bapak H. Muhammad Daud.

Setelah pembacaan Do’a, Acara kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Tuan Rumah oleh Bapak Suwardi selaku Rio/ Kepala Desa Sungai Buluh.

Bapak Suwardi Kepala Desa Sungai Buluh mengucapkan “Terima kasih kepada para tamu undangan dan para peserta yang sudah menyempatkan waktunya untuk dapat bisa hadir diacara ini, sehingga tali silaturahmi dapat terus terjalin. Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, masyarakat bisa mencegah stunting untuk kedepannya. Program-program pemerintah semoga bisa sampai kepada masyarakat, itu harapan kami. Kami percaya bapak dan ibu narasumber kesini dengan baik, tapi kami percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik pada setiap pribadi kita semua”. Ucap beliau.

Setelah sambutan oleh Bapak Suwardi, Kemudian acara dilanjutkan dengan penyajian materi yang pertama oleh Ibu Yuslidar, SP selaku Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.

Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Ibu Yuslidar, SP "Terbentuknya keluarga berkualitas diawali persiapan sejak pra nikah. Menjelang pernikahan calon pengantin musti memenuhi beberapa unsur kesiapan, di antaranya Kesiapan Usia. Kesiapan Usia merupakan kesiapan umur untuk menikah, idealnya 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Selain itu mencakup juga Kesiapan Finansial, Kesiapan Fisik, Kesiapan Mental, Kesiapan Emosi, Kesiapan Sosial, Kesiapan Moral, dan Kesiapan Interpersonal," Ucap beliau.

Setelah penyajian materi oleh Ibu Yuslidar, SP, Kemudian acara dilanjutkan dengan penyajian materi yang kedua oleh Bapak Drs. H. Zulfikar Achmad selaku Anggota Komisi IX DPR RI.

Drs. H. Zulfikar Achmad Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad mengungkapkan bahwa program dari BKKBN merupakan langkah konkret pencegahan stunting. Maka dari itu, kabar ini memang musti disosialisasikan secara masif hingga ke pelosok.

"Sebagaimana amanat Negara, sosialisasi ini menjadi upaya penurunan angka stunting. Karena, terkadang di daerah kerap minim informasi yang detail termasuk pencegahan angka stunting melalui program dari BKKBN," ucap beliau.

Lebih lanjut,  Drs. H. Zulfikar Achmad ini mengingatkan kepada  para peserta  bahwa program ini juga bertujuan menjadikan keluarga berkualitas.” Tambahnya.

Setelah sajian materi yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Zulfikar Achmad, Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Sesi Tanya Jawab dan Evaluasi Sosialisasi dan KIE Melalui Kuis. (**)

Kamis, 15 Februari 2024

Warga Kerinci Antusias Ikuti Promosi Percepatan Penurunan Stunting

 


Kerinci, wartamassa.com , Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM Anggota Komisi IX DPR RI bersama Mitra Kerja dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kab/Kota yang dilaksanakan di Desa Sako Dua, Kec. Kayu Aro Barat, Kab. Kerinci, Provinsi Jambi, Selaso, (23/1/2024).

Proses persiapan packing Merchandise di lakukan sebelum H – 1 kegiatan dimulai, dilakukan oleh petugas panitia pelaksanaan dan seluruh tim mitra.

Tidak hanya persiapan dalam produksi merchandise saja, persiapan juga dilakukan di tempat

lokasi kegiatan, dari mulai memasang T Banner, Spanduk, Backdrop dan pemasangan Sound System dan Penataan Kursi. Persiapan di lokasi di lakukan H-1 sebelum kegiatan di malam hari oleh panitia pelaksana.

Pelaksanaan Kegiatan Promosi Dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus Bersama Mitra dengan susunan acara sebagai berikut:

Kegiatan Promosi Dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus Bersama Mitra di Desa Sako Dua, Kec. Kayu Aro Barat, Kab. Kerinci, Provinsi Jambi, pada tanggal 23 Januari 2024.

Seluruh panitia pelaksana melakukan persiapan Gladi Resik agar acara kegiatan siap dan terkoordinasi dan berjalan dengan lancar. Gladi Resik dilakukan sebelum H-1 acara di mulai, dilaksanakan selama 1 hari penuh oleh team panitia pelaksana kegiatan. Di mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, pengecekan sound system, pengecekan microphone dan penataan ruangan, Tidak lupa juga panitia pelaksana mengecek seluruh tempat lokasi kegiatan dari barang barang berbahaya, dan mengecek kebersihan dan kelayakan lokasi kegiatan, Setelah semua telah siap dan dapat digunakan, selanjutnya panitia melakukan Gladi Resik kepada seluruh pengisi acara, seperti MC, Do’a dan Pengisi Acara.

Registrasi peserta kegiatan dilokasi kegiatan dimulai 60 menit sebelum para narasumber kegiatan hadir. Selain itu pada saat melakukan pendaftaran, paket merchandise dibagikan untuk peserta kegiatan. Sesudah peserta telah mengisi daftar hadir, menerima paket merchandise peserta dipersilakan menempatkan bangku yang sudah disediakan. Serta narasumber yang sudah hadir menempati bangku yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana. Pada hari Selasa, 23 Januari 2024 Registrasi di mulai pada pukul 13.00 WIB dengan mengisi daftar hadir peserta, tanda terima merchandise yang sudah di arahkan oleh Panitia Pelaksana.

Paket Merchandise untuk peserta sosialisasi dibagikan pada saat peserta melakukan proses pendaftaran. Setelah peserta megisi form daftar hadir, Acara dimulai dengan Pembukaan Acara oleh Nurul Hikmah selaku MC dengan menyapa seluruh peserta, tamu undangan dan membacakan susunan acara dan penyampaian nama-nama narasumber pengisi materi kegiatan tersebut.

Setelah pembukaan acara oleh MC, Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB yang dipimpin oleh Ismiati selaku Dirigen.

Setelah Menyanyikan lagu indonesia Raya dan Mars KB, Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembacan Do’a oleh bapak Ustad Hilman. Setelah pembacaan Do’a, Acara kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Tuan Rumah oleh Bapak Yuswaji selaku Kepala Desa Teluk Kulbi.

Suparman Kepala Desa Sako Dua Beliau mengucapkan “Pada kesempatan hari ini, pagi menjelang siang ini, kita dapat undangan memenuhi kegiatan dari BKKBN Provinsi Jambi. Di gedung aula olahraga di Desa Sako Dua. Kami mewakili seluruh peserta dan mewakili Masyarakat Desa Sako Dua, terima kasih penghargaan yang sebesar-besarnya dapat berkenan hadir di Desa ini. Insyaallah silaturrahmi kita dapat terjaga sampai kapanpun. Pada hari ini kita dapat bersilaturrahmi dengan anggota DPR RI. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada peserta, dapat menyempatkan waktu hadir. Tidak ada kata lain selain mengucapkan terima kasih.” Ucap beliau.

Setelah sambutan oleh Bapak Suparman, Acara kemudian dilanjutkan dengan Penyajian Materi yang pertama oleh Ibu Widya Mayasari, S.TP selaku Kabid KB/KS Dinas PPKBPP dan PA Kab. Kerinci.

 

Widya Mayasari, S.TP, Kabid KB/KS Dinas PPKBPP dan PA Kab. Kerinci mengatakan Beliau mengucapkan “agar tidak stunting adalah dengan asupan gizi cukup, terutama bagi ibu hamil. Kemudian ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui perkembangan kandungan janin. Termasuk setelah melahirkan, anak selalu dibawa ke posyandu untuk rutin diukur berat badan, Pencegahan stunting dari makan-makanan bergizi bagi ibu hamil dan setelah melahirnya ibu wajib menyusui anaknya dua tahun. Selain itu jangan konsumsi air sungai, terkadang kala air sungai kerap tercermar, bisa terkena diare dan kalau kena diare gizi kita akan terkuras, sehingga membuat kurus serta mempengaruhi kesehatan.” Ucap Beliau.

Setelah penyajian materi oleh Ibu Widya Mayasari, S.TP, Kemudian acara dilanjutkan dengan penyajian materi yang kedua oleh Bapak Drs. Putut Riyatno, M.Kes selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.

Selanjutnya, Drs. Putut Riyatno, M.Kes, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menyampaikan “ Beliau mengucapkan “Ciri-ciri anak terkena stunting adalah perkembangan otak terbelakang dan tertinggal dibanding dengan anak-anak sebayanya. Jadi cirinya yang pertama pendek, yang kedua terlambat pada perkembangan otaknya, itu baru bisa kita katakan stunting, kemudian kapan seorang anak bisa dikatakan stunting?! Setelah umur 1000 hari pertama atau 2 tahun, kalau belum umur 2 tahun itu baru dikatakan beresiko stunting. Itu yang perlu dipahami sebelum menilai. Dampak dari anak stunting itu apa?! Yang pertama badannya pendek, yang kedua karena otaknya terlambat. Itu sulit untuk diperbaiki, walaupun bisa tapi tidak sama dengan anak yang lain, kemudian yang ketiga dampak stunting yaitu beresikoterserang penyakit yang berbahaya, misalnya hipertensi darah tinggi, kolesterol dan jantung. Hidup tidak direncanakan tidak baik pasti tidak keren, itu contoh sederhana.” Ucap beliau.

Setelah penyajian materi oleh Bapak Drs. Putut Riyatno, M.Kes, Kemudian acara dilanjutkan dengan penyajian materi yang ketiga oleh Ibu Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM selaku Anggota Komisi IX DPR RI.

Kemudian, Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM Anggota Komisi IX DPR RI Beliau mengucapkan “Usia ideal menikah perempuan minimal 21 tahun, dan 25 tahun untuk laki-laki. Masa ibu paling sehat adalah 21 sampai 35 tahun. Jadi pencegahan stunting bisa dilakukan secara sederhana. Salah satunya menikah pada usia ini, karena sudah diatur BKKBN. Butuh peran semua pihak untuk percepatan penurunan angka stunting. Mulai dari pemerintah, semua stekholder, dan perusahaan setempat juga bisa ikut andil menjadi bapak asuh. Semua harus butuh action, dan apa- apa yang menjadi pembahasan dan solusi harus dibicarakan lebih lanjut, apalagi ada soal kebutuhan air sumur bor tanah di wilayah desa, perlu juga rembug kades dan masyarakat. Saat ini pihaknya bersama BKKBN gencar melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS)”. Ucap beliau.

Setelah sajian materi yang disampaikan oleh Ibu Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM, Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Sesi Tanya Jawab dan Evaluasi Sosialisasi dan KIE Melalui Kuis. (**)

 

 

Minggu, 11 Februari 2024

Dr. Hj. Sanatul Latifah, SE, MM DPR RI Berikan Materi Penurunan Stunting

 


Tanjab Barat, Warta Massa.com - Dr. Hj. Sanatul Latifah, SE, MM anggota komisi IX DPR RI  yang bermitra kerja dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menggelar sosialisasi Promosi dan KIE Program Percepatan Stunting  di Wilayah Khusus yang dilaksanakan di Desa Teluk Kulbi, Kec. Kec. Betara, Kab. Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Selasa (11/1/2024)Betara, Kab. Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Selasa (11/1/2024).

Proses persiapan packing Merchandise di lakukan sebelum H – 1 kegiatan dimulai, dilakukan oleh petugas panitia pelaksanaan dan seluruh tim mitra. Tidak hanya persiapan dalam produksi merchandise saja, persiapan juga dilakukan di tempa lokasi kegiatan, dari mulai memasang T Banner, Spanduk, Backdrop dan pemasangan Sound System dan Penataan Kursi. Persiapan di lokasi di lakukan H-1 sebelum kegiatan di malam hari oleh panitia pelaksana.

Pelaksanaan Kegiatan Promosi Dan KIEProgramPercepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus Bersama Mitra dengan susunan acara sebagai berikut:

Kegiatan Promosi Dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Di Wilayah Khusus Bersama Mitra di Desa Teluk Kulbi, Kec. Betara, Kab. Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, pada tanggal 11 Januari 2024.

Seluruh panitia pelaksana melakukan persiapan Gladi Resik agar acara kegiatan siap dan terkoordinasi dan berjalan dengan lancar. Gladi Resik dilakukan sebelum H-1 acara di mulai, dilaksanakan selama 1 hari penuh oleh team panitia pelaksana kegiatan. Di mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, pengecekan sound system, pengecekan microphone dan penataan ruangan, Tidak lupa juga panitia pelaksana mengecek seluruh tempat lokasi kegiatan dari barang barang berbahaya, dan mengecek kebersihan dan kelayakan lokasi kegiatan, Setelah semua telah siap dan dapat digunakan, selanjutnya panitia melakukan Gladi Resik kepada seluruh pengisi acara, seperti MC, Do’a dan Pengisi Acara.

Registrasi peserta kegiatan dilokasi kegiatan dimulai 60 menit sebelum para narasumber kegiatan hadir. Selain itu pada saat melakukan pendaftaran, paket merchandise dibagikan untuk peserta kegiatan. Sesudah peserta telah mengisi daftar hadir, menerima paket merchandise peserta dipersilakan menempatkan bangku yang sudah disediakan. Serta narasumber yang sudah hadir menempati bangku yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana. Pada hari Kamis, 11 Januari 2024 Registrasi di mulai pada pukul 13.00 WIB dengan mengisi daftar hadir peserta, tanda terima merchandise yang sudah di arahkan oleh Panitia Pelaksana.

Paket Merchandise untuk peserta sosialisasi dibagikan pada saat peserta melakukan proses pendaftaran. Setelah peserta megisi form daftar hadir, Acara dimulai dengan Pembukaan Acara oleh Nurul Hikmah selaku MC dengan menyapa seluruh peserta, tamu undangan dan membacakan susunan acara dan penyampaian nama-nama narasumber pengisi materi kegiatan tersebut.

Setelah pembukaan acara oleh MC, Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB yang dipimpin oleh Ismiati selaku Dirigen.

Setelah Menyanyikan lagu indonesia Raya dan Mars KB, Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembacan Do’a oleh bapak Ustad Hilman. Setelah pembacaan Do’a, Acara kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Tuan Rumah oleh Bapak Yuswaji selaku Kepala Desa Teluk Kulbi.

Kepala Desa  Teluk  Kulbi, Bapak Yuswaji memgucapkan terima kasih kepada BKKBN Provinsi Jambi dan Anggota Komisi IX DPR RI Ibu Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM yang mengadakan sosialisasi pencegahan stunting di Desa kami, agar Masyarakat lebih memahami dan mengetahui dalam pencegahan stunting ini.

Setelah sambutan oleh Bapak Yuswaji, Acara kemudian dilanjutkan dengan Penyajian Materi yang pertama oleh Bapak Drs. Putut Riyatno, M.Kes selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.

Beliau mengucapkan “Sebagai bangsa semenjak awal menghadirkan secara bersama sama effort kenegaraan keluarga kedepan agar keluarga dinegeri ini, bangsa Indonesia ini menjadi keluarga handal, keluarga yang hadir dalam keharmonisan dan kesejahteraan dan kebahagiaan sekaligus bersamaan, itulah cita cita negeri kita. Mengapa kluarga sangat penting, sebab tidak mungkin ada masyarakat yang baik tanpa dimulai dari keluarga yang baik”. Ucap Beliau

Setelah penyajian materi oleh Bapak Drs. Putut Riyatno, M.Kes, Kemudian acara dilanjutkan dengan penyajian materi yang kedua oleh Ibu Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM selaku Anggota Komisi IX DPR RI. dalam sambutannya mengatakan “Apakah Ibu dan Bapak sudah memahami isu yang sangat penting hari ini yaitu tentang cegah dan turunkan stunting, Kita bicara soal syarat penting dalam membangun keluarga berkualitas. Syaratnya adalah membangun keluarga harus dengan perencanaan, minimal Ketika akan menikah, kita menikah pada usia yang aman, pada usia yang ideal, bagi perempuan usia 21 tahun, laki laki 25 tahun.” Tambahnya.

Setelah sajian materi yang disampaikan oleh Ibu Dr. Hj, Saniatul Lativa, SE., MM, Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Sesi Tanya Jawab dan Evaluasi Sosialisasi dan KIE Melalui Kuis.

Setelah Sesi Evaluasi Sosialisasi dan KIE Melalui Kuis, Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara seluruh Narasumber, Tamu Undangan dan Peserta kegiatan. (**)

Selasa, 30 Januari 2024

Silaturahmi di Kel. Olak Kemang, SAH Kampanyekan Percepatan Penurunan Stunting dengan Masyarakat

  


Kota Jambi, warta wassa.com – Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H.A.R. Sutan Adil Hendra, MM bersama Mitra Kerja dengan Kota Jambi melaksanakan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kab/Kota yang dilaksanakan di Kel. Olak Kemang Kec. Danau Teluk Kota Jambi Provinsi Jambi, Sabtu pagi, (27/1/2024).

Kegiatan kampanye percepatan penurunan stunting ini dihadiri Dr. Ir. H.A.R. Sutan Adil Hendra, MM  sebagai anggota DPR RI Komisi IX, Kepala BKKBN Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno, M.Kes, Verdianof, SH, MH selaku Kabid ADPIN Dinas Pengendalian, Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Jambi, Tokoh Masyarakat dan ratusan warga yang mengikuti kegiatan kampanye tersebut.

Perlu diketahui bahwa Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Tokoh Masyarakat Olak Kemang, Abdul Kadir, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa kami atas nama Masyarakat Jambi Kota Seberang mengucapkan terima kasih atas Upaya dan kerja keras bapak Sutan Adil Hendra dalam meningkatkan dari sisi infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan lain sebagainya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala Upaya dalam melaksanakan kegiatan kampanye percepatan penurunan stunting di Kel. Olak Kemang Jambi Kota Seberang ini capaian dan outputnya juga berkembang pesat. Kami juga berharap dengan adanya kampanye percepatan penurunan stunting ini dapat memberikan ilmu,edukasi dan pemahanan bisa mengatasi kasus stunting di Jambi Kota Seberang”. Imbuhnya.

Kabid Verdianof dalam pemaparannya mengatakan stunting itu adalah gagal tumbuh dan berkembang dalam kurun waktu yang cukup lama akibat kurangnya gizi terutama di masa seribu hari kehidupan yang dimulai dari awal pertumbuhan janin 230 hari dan masa kelahiran 730 hari.

“ini sangat penting untuk menjaga 1000 hari dan inilah wilayah kita bisa mengintervensi untuk mencegah terjadinya penurunan stunting bagi anak balita kita. Dalam penerapan penurunan stunting di Kota Jambi tercatat pada tahun 2021 17,4 persen dan ditahun 2022 ada penurunan sampai 14 persen dan alhamdulillah turun menjadi 3,4 persen berkat kerja tim kita bersama baik dari BKKBN Provinsi Jambi, yang juga dimotori oleh Sutan Adil Hendra, tim penyuluh KB dan kader PKK pendamping keluarga se Kota Jambi”. Ungkapnya

Kepala BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno mengatakan stunting itu bukan penyakit tapi gagal tumbuh dan berkekmbang yaitu tumbuh berkenaan dengan fisik seperti tubuh pendek, kurus dan sering sakit. Kemudian berkembangnya seperti pemikiran rendah atau lambat.

Kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting ini bekerja sama antara Komisi IX DPR RI dengan BKKBN dan kegiatan ini secara nasional dilaksanakan di 18 Provinsi termasuk Jambi demi supaya generasi kita ke depan betul betul menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

“Sosialisasi ini dilaksanakan Komisi IX DPR RI dengan BKKBN yang dilaksanakan secara nasional dilaksanakan 18 Provinsi ini demi generasi dan anak-anak kita ke depan menjadi anak yang cerdas dan sehat”. Ungkapnya.

Kemudian, angka status stunting di Provinsi Jambi sudah turun mencapai 18 persen. Makanya dalam sosialisasi pencegahan stunting sangat perlu dilakukan agar memberikan edukasi kepada Masyarakat.

"Makanya penting acara sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada bapak ibu dalam mencegah terjadinya stunting dari dini. Jadi seribu hari pertama saat saat menentukan bayi stunting atau tidak stunting itu adalah pada saat kandungan sampai 2 tahun”. Ungkap Putut.

Dalam kesempatan ini, Sutan Adil Hendra menyampaikan harapannya kepada instansi terkait, masyarakat agar saling bersinergi, berkolaborasi dan bekerjasama untuk melakukan percepatan penanganan kasus stunting di Kabupaten Muaro Jambi khusus di Desa Sungai Bertam.

“Mari kita bersatu menangani dan melakukan penurunan stunting di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Muaro Jambi agar kasus stunting dapat diatasi dan bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Muaro Jambi. Mari kita bersinergi Bersama melawan stunting ini,” tegasnya.

Kemudia, ia juga menyampaikan pada tahun 2021 bahwa leading sektor dalam penuntasan stunting adalah BKKBN akan tetapi berdasarkan kepres turun ke desa sehingga dana desa bisa digunakan untuk pencegahan maupun penurunan stunting. Tujuannya adalah dalam pencegahan stunting ini adalah agar anak cucu kita lebih baik dari kita”. Tambah Sutan Adil Hendra.

“Kata kunci untuk melakukan penurunan stunting adalah berencana, maka dalam pelaksanaan pernihan harus direncanakan pertama pernikahan minimal anak laki-laki 25 tahun dan anak Perempuan 21 tahun, di masa kehamilan harus diperhatikan secara khusus dalam perkembangannya sampai 2 tahun dan inilah masa keemasan”. Sambung SAH

Diakhir acara, Sutan Adil Hendra memberikan berbagai macam doorprize kepada warga yang mengikuti kampanye percepatan penurunan stunting tersebut. (LA)

 

© Copyright 2024 WARTA MASSA | All Right Reserved